Rumah Adat Jambi

4 min read

Rumah Adat Jambi

Rumah Adat Jambi – Jambi adalah sebuah provinsi di tengah pulau Sumatera. Terletak di antara 3 provinsi yaitu provinsi Riau, provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Sumatera Barat.

Ada sebuah rumah adat yang cukup terkenal dan terdapat keunikan sebelum terpilih nya rumah adat tersebut sebagai icon budaya rumah adat kota Jambi.

Rumah adat apakah yang di maksud? Mending yuk, simak pembahasan mengenai fakta menarik rumah adat Jambi berikut.

A. Mengenal Rumah Adat Suku Jambi

Mengenal Rumah-Adat-Jambi

Sejarah pemilihan rumah adat di Jambi memiliki cerita yang cukup unik dan menarik untuk dibahas. Rumah adat resmi provinsi Jambi saat ini adalah rumah kajang leko.

Desain rumah ini merupakan pemenang dari sayembara yang diadakan oleh Gubernur Jambi pada tahun 1970. Sayembara tersebut diadakan karena pada saat itu pemerintah Indonesia berencana untuk membangun TMII (Taman Mini Indonesia Indah).

Sebelum pembangunan TMII dimulai, setiap provinsi di Indonesia wajib mengirimkan ikon budaya berupa rumah adat. Desain rumah yang terpilih nantinya akan ditetapkan sebagai ciri khas rumah adat provinsi Jambi.

Lomba yang digelar Gubernur Jambi itu bertajuk “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”. Saat itu, banyak sekali desain rumah tradisional yang sudah tersedia. Karena saat itu banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam sayembara yang diadakan.

Setelah memilih desain yang dianggap cocok. Selanjutnya rumah adat ini diberi nama Kajang Leko dan akhirnya rumah ini kemudian ditetapkan sebagai ikon rumah adat Suku Jambi dengan desain tertua.

B. Jenis Rumah Adat Jambi

Jenis Rumah Adat Jambi

Jambi merupakan sebuah daerah yang memiliki rumah adat berjumlah 3 jenis. Rumah adat itu antara lain rumah adat Kajang Leko, rumah adat Pangeran Batu Wirokusumo dan rumah adat Merangin.

Pastinya, rumah adat memiliki gaya arsitektur, fungsi, keunikan dan sejarah yang cukup unik. Simak pembahasan jenis rumah adat lengkap berikut.

1. Rumah Adat Kajang Leko

rumah kajang lekoSumber: artikel.rumah123.com

Bangunan Rumah Adat Kajang Leko merupakan jenis rumah adat resmi dari Jambi dan yang paling dikenal di antara rumah adat yang lain. Rumah adat ini dijadikan sebagai ikon budaya Jambi.

Setelah peresmian bentuk tiruan bangunan rumah adat kajang leko yang berada di Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1970.

-> Arsitektur Rumah Adat Kajang Leko

Rumah Adat Kajang Leko merupakan rumah adat yang berada di Jambi. Terdapat sebuah keunikan tersendiri pada bentuk bangunan rumah adat ini.

Memiliki desain rumah yang dibuat dengan bentuk cukup unik yang membuatnya sangat mengagumkan. Berikut ialah pembahasan lengkapnya mengenai bentuk arsitektur Rumah Adat Kajang Leko:

  • Bentuk Rumah

Sebagian orang pasti mengetahui bahwa kebanyakan rumah adat yang berasal dari pulau Sumatera, tepatnya di daerah Jambi memiliki bangunan dengan konsep rumah panggung.

Bentuk arsitektur bangunan rumah ini sering disebut dengan Marga Batin

Rumah adat ini berbentuk persegi panjang dan akan terlihat lebih jelas ketika dilihat dari atas bangunan. Bangunan rumah adat kajang leko biasanya berukuran sekitar 12 x 9 meter.

  • Tiang Penopang

Rumah adat kajang leko masuk dalam jenis rumah panggung, pastinya bangunan rumah ini terdapat tiang-tiang penyangga.

Tiang-tiang penyangga ini berjumlah 30 dengan tiang utama 24 dan 6 tiang berguna sebagai tiang tambahan atau pelamba.

Rumah adat kajang leko dibuat dengan cukup tinggi, karena tiang-tiang yang digunakan memiliki ukuran yang cukup panjang.

Tiang dibuat cukup tinggi, untuk mencegah air memasuki rumah jika terjadi banjir dan menghindari dari serangan binatang buas yang bisa datang sewaktu-waktu.

  • Tangga Masuk

Terdapat dua buah tangga di rumah adat kajang leko yang memiliki fungsi sebagai akses jalan masuk menuju bagian dalam rumah. Kedua tangga tersebut berada di sebelah kanan dan kiri bangunan rumah.

Tangga di sebelah kanan merupakan tangga utamanya, sedangkan tangga di sebelah kiri hanya memiliki fungsi sebagai akses masuk tambahan.

  • Desain Atap

Terdapat sebuah nama yang disematkan masyarakat Jambi ketika menyebut desain atap rumah adat kajang leko.

Sebutan untuk desain atap rumah ini bernama Gajah Mabuk. Atapnya memiliki desain yang terlihat menyerupai bentuk perahu.

Ujung bagian atas atap rumah yang berbentuk melengkung biasa disebut dengan lipat kajang atau potong jerambah. Bahan utama pembuatan atap pada Rumah Adat Jambi, yaitu berupa kayu dan anyaman ijuk.

-> Fungsi Rumah Adat Kajang Leko

Di dalam rumah kajang leko terdapat ruangan yang telah terbagi kedalam beberapa bagian, setiap ruangan memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

Karena semua ini telah diatur menurut adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jambi. Penjelasan tiap ruangan di rumah ini telah kami bahas sebagai berikut:

  • Ruang Pelamban

Fungsi dari ruangan pelamban adalah sebagai tempat penerimaan tamu dan letaknya berada di sebelah kiri rumah.

  • Ruang Gaho

Ruang gaho difungsikan untuk tempat penyimpanan berbagai persediaan makanan. Terletak di sebelah kiri bangunan dengan bentuk ruangan yang memanjang.

  • Ruang Masinding

Ruangan masinding merupakan ruangan terluas di rumah Kajang Leko. Ruangannya terletak di bagian paling depan rumah.

Difungsikan sebagai tempat untuk bermusyawarah warga dan seringkali digunakan sebagai tempat melangsungkan ritual adat tertentu, misalnya ritual kenduri.

  • Ruang Tengah

Ruang tengah memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul para wanita ketika berlangsungnya ritual adat seperti kenduri. Letaknya berada di sebelah ruangan masinding.

  • Ruang Menalam

Ruang menalam hanya boleh dimasuki oleh pemilik rumah, karena ruang ini bersifat pribadi. Di dalam ruangan ini terdapat tempat ruangan makan, kamar tidur anak dan kamar tidur orang tua.

  • Ruang Balik Malintang

Didalam ruang balik malintang terdapat lantai yang memiliki ketinggian paling tinggi di antara lainnya dan berada pada sebelah kanan yang berhadapan langsung dengan ruang masinding.

  • Ruang Bauman

Ruang bauman merupakan dapur, bedanya yaitu hanya digunakan ketika ada acara besar.

2. Rumah Adat Batu Olak Kemang

Rumah Adat Batu Olak KemangSumber: jalanblog.wordpress.com

Rumah batu olak kemang merupakan rumah yang memiliki sebutan lain yaitu rumah batu pangeran Wirokusumo. Rumah ini diperkirakan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Kita dapat menjumpai rumah ini daerah Olak Kemang, di seberang kota Jambi. Simak pembahasan lengkapnya berikut:

-> Sejarah Rumah Batu Pangeran Wirokusumo

Rumah ini diperkirakan telah ada sejak masa penjajahan Belanda. Dibangun sejak abad ke-18 oleh pangeran Wirokusumo atau Sayyid Idrus Hassan Al-Jufri. Rumah ini ketika berdiri.

Berdiri di tengah pemukiman warga dan malahan dekat dengan area pondok pesantren. Ini menandakan bahwa rumah ini juga memiliki pengaruh dalam penyebaran agama Islam di abad 18.

-> Arsitektur Rumah Batu Pangeran Wirokusumo

Ketika kita melihat rumah ini kita akan mengaguminya, dikarenakan rumah ini memiliki 3 gaya arsitektur dari beberapa daerah yang berbeda.

3 gaya arsitektur tersebut meliputi gaya arsitektur Eropa, gaya arsitektur Cina, dan gaya arsitektur Arab.

3. Rumah Adat Merangin

Rumah Adat MeranginSumber: daerahkita.com

Apa Anda mengetahui dari mana rumah adat merangin berasal? Rumah adat merangin berasal dari Kabupaten Merangin di wilayah Jambi.

Pada jaman dulu, rumah adat ini dipercaya dibangun dan digunakan sebagai tempat tinggal oleh suku Batin.

Suku batin merupakan suku yang mendiami wilayah Sumatra di daerah pedalaman dan suku ini mayoritas menganut agama Islam.

Terdapat nama lain yang disematkan di rumah tradisional merangin, yakni Rumah Tuo Rantau Panjang.

Rumah merangin memiliki bentuk seperti rumah panggung, rumah ini berbentuk seperti panggung karena memang di daerah sumatra kebanyakan rumah memiliki desain seperti rumah panggung.

Rumah merangin ini juga didesain seperti panggung karena untuk menghindari serangan binatang buas yang bisa sewaktu-waktu menyerang ke penghuni rumah.

-> Keunikan Kajang Leko

Rumah ini ketika pembangunan tidak menggunakan media paku sebagai penguatnya, melainkan konstruksinya menggunakan material kayu.

Material kayu ini didukung juga dengan bantuan getah pohon ipuh yang dioleskan setiap 5 tahun sekali.


Artikel diatas merupakan artikel yang pembahasannya kami kumpulkan dari berbagai sumber terpercaya. Bagikan artikel tentang “Rumah Adat Jambi” kepada teman-teman Anda. Beri tahu mereka, apa yang Anda ketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.