Upacara Adat Kalimantan Timur

5 min read

Upacara Adat Kalimantan Timur – Upacara adat atau upacara tradisional merupakan kegiatan atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan berlandaskan pada adat istiadat yang ada.

Kegiatan ini sendiri biasanya diselenggarakan oleh banyak orang, setiap kegiatan upacara adat juga tentunya memiliki tujuan tersendiri.

Salah satu upacara adat di Indonesia yang cukup unik adalah upacara adat yang berasal dari Kalimantan Timur. Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan upacara adat yang beragam dan menarik untuk dibahas.

Upacara adat yang berada di Kalimantan Timur ini tidak bisa terlepas dari unsur kepercayaan yang dianut. Penasaran? Yuk simak penjelasan beragam upacara adat Kalimantan Timur pada ulasan berikut ini.

Beragam Upacara Adat Kalimantan Timur

Beragam Upacara Adat Kalimantan Timur

Upacara adat yang berada di Kalimantan Timur memang sangat beragam, berikut penjelasannya.

#1. Upacara Adat Erau

                                                                        Sumber Image / ayojalanjalan.com

Erau merupakan sebuah kegiatan upacara adat yang diadakan setiap setahun sekali.

Perayaan tradisional ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena telah diberi hasil panen yang melimpah. Tradisi Erau juga termasuk dalam festival adat Kalimantan Timur.

Istilah kata “erau” berasal dari kata “eroh” yang dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong berarti keramaian pesta, secara umum dapat diartikan sebagai pesta rakyat.

Dahulu, erau merupakan perayaan besar Kesultanan Kuta dan masyarakat di seluruh wilayahnya, yang kini meliputi sebagian besar Kalimantan Timur.

Festival adat erau berlangsung selama 40 hari 40 malam dan diikuti oleh semua lapisan masyarakat.

Masyarakat dari seluruh pelosok tanah air memeriahkan acara tersebut dengan membawa beberapa hasil bumi mereka untuk dibawa ke ibu kota Kesultanan.

Hal ini terkait dengan salah satu fungsi Erau sebagai bentuk tanda syukur atas melimpahnya hasil bumi yang diperoleh masyarakat Kutai.

Keluarga besar Sultan juga menjamu rakyatnya dengan berbagai hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas pengabdiannya kepada Kesultanan.

Menurut sejarah yang diyakini oleh masyarakat Kutai secara turun-temurun, Erau dimulai pada abad ke-12 Masehi.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa Erau pertama kali terjadi ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti masih muda. Ia kemudian diangkat sebagai Sultan pertama Kutai Kartanegara, Ing Martadipura.

#2. Upacara Adat Dahau

                                                                     Sumber Image / cdn-2.tstatic.net

Upacara Dahau Kalimantan Timur diartikan sebagai kegiatan pemberian nama anak dan merupakan perayaan cucu bangsawan dan orang-orang terhormat di desa yang umumnya dapat melakukan perayaan ini.

Dalam pelaksanaannya, upacara Dahau dilakukan secara besar-besaran dan undangannya tersebar di berbagai tempat yang didiami oleh suku Dayak.

Perayaan Dahau ini berlangsung selama satu bulan penuh dan seluruh kegiatannya akan melalui berbagai ritual adat yang dilakukan selama berlangsungnya upacara Dahau ini.

#3. Upacara Adat Beliatn

                                                                 Sumber Image / cdn.antaranews.com

Upacara Beliatn merupakan ritual penyembuhan yang biasa dilakukan oleh suku Dayak Benuaq.

Kabarnya, pernah terdapat beberapa jenis upacara Beliatn, namun yang paling terkenal dan sering diadakan oleh masyarakat sekitar adalah Beliatn Bawo dan Beliatn Sentiyu.

Beliatn Bawo adalah upacara penyembuhan yang dipimpin oleh seorang tabib wanita. Tradisi ini umumnya digunakan untuk mengobati penyakit yang tidak terlalu serius seperti demam pada anak.

Sedangkan Beliatn Sentiyu adalah upacara penyembuhan dengan penyakit serius yang biasanya akan dipimpin oleh beberapa dukun.

Kebiasaan ini biasanya berlangsung hingga 4 hari 4 malam. Upacara Beliatn biasanya diadakan di rumah adat Lamin.

#4. Upacara Adat Beluluh

                                                                     Sumber Image / indonesiakaya.com

Upacara adat beluluh berlangsung dengan cara para orang tua membacakan sebuah mantra-mantra. Ini merupakan sebuah harapan yang diungkapkan agar mereka yang diluluh diberi keselamatan dan kebijaksanaan.

Tradisi tradisional ini berawal dari sebuah kencan di Tanjung Ruana Kutai pada tahun 1300. Saat itu muncul seorang gadis yang nantinya akan menjadi permaisuri raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Bagi yang menjalankan tradisi ini, diyakini bisa menjadi suci kembali seperti bayi yang baru lahir (kepercayaan masyarakat adat Kalimantan Timur).

#5. Upacara Adat Pelambe

                                                                     Sumber Image / 1.bp.blogspot.com

Pelambi adalah sebuah upacara adat atau perayaan tradisional dari suku yang berada di kalimantan yaitu Dayak Punan.

Pelaksanaannya yaitu ketika masyarakat Kalimantan Timur di tahun ini selalu mendapati hari-hari yang kurang baik, seperti:

  • Mendapatkan hasil panen yang tidak sesuai dengan perkiraan
  • Tidak mendapati musim babi dan buah

#6. Upacara Adat Ngehawa’k

                                                                            Sumber Image / i0.wp.com

Upacara adat Ngehawa’k merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Dayak pada acara pernikahan. Pada acara ini, banyak dari barang-barang tradisional adat suku Dayak yang diperlihatkan.

Banyaknya barang yang dipajang tergantung dari keturunan kedua mempelai. Jika pengantin wanita berasal dari bangsawan, pengantin pria harus menyediakannya atas permintaan dari pengantin wanita.

Ada hukuman yang dijatuhkan setelah upacara adat Ngehawa’k ini dilaksanakan. Ini adalah konsekuensi jika di kemudian hari terjadi perceraian antara keduanya.

Hukuman yang dilaksanakan akan disesuaikan dengan kesalah yang dilakukan antara kedua belah pihak, dapat berupa sebuah denda atau lainnya.

Denda atau hukuman adat ini tidak ringan, karena dianalogikan dengan melanggar adat suku Dayak itu sendiri.

Diharapkan dengan adanya hukuman ini, masyarakat suku Dayak tidak lagi menyepelekan adat istiadatnya.

#7. Upacara Adat Bob Jengau

                                                                             Sumber Image / i0.wp.com

Bob Jengau merupakan kegiatan yang berlangsung dengan menanam padi ladang yang dilakukan oleh suku Dayak Modang. Tradisi seperti ini juga dapat kalian jumpai pada suku-suku lain, seperti tradisi:

  • Hudoq pada suku Dayak Kenyah
  • Dongei pada suku Dayak Bahau
  • Kwangkai pada suku Dayak Tunjung dan Benuaq

#8. Upacara Adat Mangosang

Mangosang merupakan perayaan tradisional dari suku Dayak Aboeng untuk membangkitkan semangat keberanian, kesetiaan dan cinta terhadap suku mereka.

Kesetiaan terhadap suku sangat ditentukan pada pelaksanaan upacara adat Mangosang . Mereka yang benar-benar mencintai suku mereka, pastinya akan berpartisipasi dalam upacara ini.

#9. Upacara Adat Nebe’e Rau

 

Upacara adat Nebe’e Rau merupakan upacara tanam padi yang diadakan sekali dalam kurun waktu satu tahun di Kalimantan Timur.

Ada pula tujuan dari pagelaran upacara adat Nebe’e Rau ini. Tujuan yang dimaksud yaitu bentuk tanda rasa syukur mereka atas ladang yang mereka miliki dapat ditanami padi.

Para masyarakat dari suku Dayak juga memohon ke sang pencipta agar hasil yang didapat bisa melimpah untuk kelangsungan hidup mereka.

Kegiatan upacara adat ini berlangsung selama satu bulan dan mencakup berbagai acara. Dimulai dengan menyajikan makanan kepada To’q atau raja desa agar desa tetap aman dan jauh dari kejahatan.

Ada pula tarian yang dipertunjukkan ketika pagelaran upacara adat Nebe’e ini berlangsung. Tarian tersebut yaitu tari Lali Uga’l yang merupakan tarian sakral dan tari Hudo’q Apa’h dan tarian Henda’q Uling.

Tarian tradisional ini hanya dapat kalian jumpai atau lihat jika terdapat pagelaran dari tari Lali Uga’l.

Hal ini disebabkan karena tarian ini merupakan cerita masa lalu yang digunakan sebagai pengusir hama, dampak yang diberikan cukup besar.

Karena pada saat itu berkat dari tari Lali Uga’l, masyarakat Dayak lebih mudah dalam menjaga ladang dan tanaman mereka.

Di Kalimantan Timur, upacara adat tanam padi juga diadakan di beberapa suku Dayak lainnya, dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti upacara:

  • Bob Jengau, yaitu upacara tanam padi tradisional yang berasal dari suku Dayak Modang
  • Haddok yang berasal dari suku Dayak Kenya
  • Dongi oleh suku Dayak Bahau

#10. Upacara Adat Ngerangka’u

                                                               Sumber Image / www.dailysia.com

Berikutnya adalah upacara adat yang biasa disebut dengan Ngerangka’u Kalimantan Timur yang mana pelaksanaannya berhubungan dengan kematian.

Tradisi masyarakat Dayak Tunjung ini sangat disakralkan, dan mereka percaya upacara ini merupakan bentuk kekeluargaan untuk memberikan kenyamanan kepada mendiang saat bersama Tuhan.

Biasanya upacara Ngerangka’u berlangsung setelah 40 (empat puluh) hari dari seseorang yang telah meninggal dunia.

#11. Upacara Adat Ngugu Tahun

                                                                     Sumber Image / i0.wp.com

Hingga saat ini, suku Dayak Bahau Kalimantan Timur terus melestarikan upacara adat Ngugu Tahun.

Tujuannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas karunia kehidupan dan rezeki yang diberikan.

Selain suku Dayak Bahau, upacara ini juga diadakan oleh suku-suku lain, meliputi suku Dayak:

  • Tunjung
  • Benuaq
  • Bentian

Dalam upacara adat ini, banyak orang datang untuk menyaksikan secara langsung berjalannya upacara adat Ngugu Tahun ini.

Puncak dari upacara adat ini adalah penyembelihan atau pemotongan hewan kerbau.

Tradisi yang serupa juga dapat ditemukan pada kelompok etnis Melayu Kutai di wilayah Kutai Kartanegara dengan nama Erau Pelas Tahun.

#12. Upacara Adat Mamat dan Belawing

                                                            Sumber Image / kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tradisi Mamat dan Belawing merupakan upacara adat suku Dayak Kenyah Lepo Tau di Apo Kayan yang sudah berlangsung sejak lama.

Tujuan upacara adat ini yaitu untuk melambangkan kemenangan, kejayaan dan keberanian para prajurit perang suku Dayak.

Serta berguna sebagai pengusir roh-roh jahat yang sering mengganggu kehidupan manusia.


Kami berharap apa yang telah dikutip di atas dapat menambah pemahaman Anda tentang berbagai upacara adat yang berada di Kalimantan Timur.

Kita sebagai warga negara Indonesia patut berbangga, karena budaya-budaya yang ada di Indonesia merupakan kesenian unik yang belum tentu dimiliki negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.